Rabu, 25 Juli 2012

Untuk Ananda Salma

Pagi ini sinar mentari belumlah terasa menghangatkan kulit. Rasa dingin sisa udara subuh masih kuat terasa membekukan pori-pori kulit. Hembusan angin yang menerobos ruang pintu depan rumah yang saya biarkan terbuka, langsung sukses menggigilkan tubuh ini. Suasana yang hampir saja melenakan saya untuk kembali merebahkan badan ingin melanjutkan waktu tidur yang selalu serasa kurang. Sesekali terdengar deru sepeda motor mengaung memenuhi jalan kecil di sebelah rumah kontrakan tempat saya tinggal. Semuanya seakan terburu-buru takut tertinggal atau seperti dikejar-kejar sesuatu. Yah, sebuah aroma rutinatas pagi yang khas. Berbeda dengan saya disini yang duduk sambil memainkan kedua jari mengetikan kata demi kata untuk sebuah goretan pena kecil di blog ini. Pagi ini, ingin menulis sebuah catatan yang menggetirkan hati.

Pagi ini hati saya menjadi kelu. Berita ini benar-benar memilukan sisi perasaan terdalam hati saya. Tak pernah terbayangkan bocah sekecil itu akan dipanggil oleh Allah secepat ini. Usianya belumlah genap 5 bulan. Usia yang belum sempat merasakan masa bermain-main khas anak-anak. Namun Allah sangat tahu apa yang terbaik bagi hambaNya. Dia sangat tahu apa yang paling dibutuhkan hambaNya. Meski segala daya upaya sudah dikerahkan untuk menyelamatkan nyawa bayi itu. Kita semua sadar, semua pasti berakhirnya dengan ketentuan-Nya.

Saya sangat paham dengan kesabaran dan daya upaya bagaimana orang tuanya menjemput amanah Allah mengurus anak semata wayang ini. Sebuah usaha dan buih kesabaran yang tidak mudah. Dan kini ketika amanah sudah di tangan, tiba-tiba saja Allah kembali mengambilnya. Sebuah ujian yang tidak mudah. Sebuah ujian yang bahkan bisa saja merontokkan kadar keimanan. Namun jika kita sabar menghadapinya, insyaAllah berbuah pahala dan kebaikan yang besar pula.

Saya ingat 3 hari yang lalu, ketika menjenguk dirimu di rumah sakit. Perih rasanya hati ini. Melihat beberapa selang tertancap di tubuh mungilmu. Dengan kondisi yang masih belum sadar, saya melihat bagaimana aroma kepolosan wajahmu. Kepolosan yang hampir saja merenggut tekat kesabaran kedua orang tuamu. Yah, kembali lagi ini adalah ujian. Ujian yang bisa saja menimpa siapa saja. Kali ini dirimu dan orang tuamu. Lain hari, bisa saja menimpa kita dan orang lain. Ujian yang terbilang sangat berat memang. Sebuah ujian yang insyaAllah diberikan kepada hamba-hambaNya yang beriman. Sebuah ujian dalam rangka kenaikan derajat di sisi Allah.

Tapi ya Allah, ijinkan kami sekedar ingin mengalirkan beberapa air mata yang tak kuasa menetes. Ijinkan kami untuk sedikit bersedih dengan berpisahnya salah satu anggota keluarga kami yang sangat kami cintai. Ijinkan juga kami sedikit meluapkan emosi perasaan yang manusiawi ini ya Allah. Bukan, sungguh semua ini bukan karena kami tidak ridho dengan ketentuanMu. Bukan, bukan karena itu. Kami hanya ingin mengambil pelajaran dan hikmah dari semuanya ini.

#Untuk almarhumah dek Salma (4 Bulan) yang hari ini dipanggil Allah. Semoga kedua orang tua dan keluarga diberi ketabahan dan kesabaran. Semoga dek Salma yang belum berlumur dosa menjadi jalan surga yang nyata bagi kesabaran kedua orang tua. Bantu orang tuamu ya dek, nanti ketika di Yaumul Hisab.

8 komentar:

  1. semoga dek salma bisa menjadikan kedua orang tuanya ahli syurga dngn menolong kedua orang tuanya kelak di yaumul hisab. amiinn

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas. Ini semua cobaan yang musti diterima oleh orang tua dan keluarga. Semoga segera mendapatkan ganti yang lebih baik.

      Hapus
  2. beberapa kali saya ke sini dan sudah membaca semua postingan di sini, tapi belum sempat comment
    nah...hari ini bisa comment deh #gakpenting

    semoga yang ditinggalkan diberikan ketabahan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. padahal saya menunggu komenmu lho mbak he he.
      aamiin. Semoga diberikan pengganti yang lebih baik.

      Hapus
  3. dek salma itu, ponakan mas fifin, y??sakit apa Mas??
    kmtian,emg tak ada yg tau,tua-muda..
    smga, dek salma bahagia disana..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya keponakan saya. Hemm kurang tahu juga, soalnya deteksi dokter juga beruabh-ubah. Dia tidak sadarkan diri dalam beberapa hari sebelum akhirnya dipanggil Allah.

      aamiin.

      Hapus
  4. ya Allah Fin, msh muda sekali .. semoga diberi kekuatan ya buat seluruh keluarganya dan semoga arwahnya diberi tempat terbaik di sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya begitulah mbak. Dek salma memang baru 4 bulan. Aamiin doanya ya.

      Hapus

Terima kasih sudah berkomentar di blog ini.