Kamis, 19 Juli 2012

Menyambut Ramadhan, Bagaimana Kabar Hati

Bismillah. Ini adalah postingan kedua dari sebuah blog yang baru berumur satu minggu ini. Sebuah blog pribadi yang dikhususkan bercerita mengenai kehidupan pribadi saya, pengalaman, opini dan curahan hati. Memang agak terkesan egois sih, karena semua hal yang akan dibahas di blog ini hanya menyangkut pribadi saya saja. Tapi jangan salah, hal-hal yang sangat pribadi pun malah terkadang sangat menarik lho bagi orang lain. Tak percaya? coba lihat saja berita tentang artis yang telah menjadi konsumsi masyarakat sehari-hari. Tapi, saya memang bukanlah seorang public figure, gubernur, direktur, apalagi penjual bubur. Saya hanyalah seorang insinyur manusia biasa yang mencoba ingin berbagi semoga bisa sedikit memberi inspirasi.

Tidak terasa waktu berjalan kian tak terasa. Sebuah relatifitas waktu. Perasaan baru hari kemarin saya kembali dari kampung halaman setelah lebaran tahun lalu. Dan kini, bulan beribu ampunan dan pahala ini akan segera menyapa kita kembali. Menyapa insan-insan beriman, insan-insan yang haus akan ampunan Allah. Semoga kita termasuk dalam golongan itu.

Sering saya bertanya pada hati ini, bagaimana perasaan saya ketika mengetahui akan datangnya bulan suci Ramadhan? Gembira, biasa saja, atau malah jengkel. Semoga pilihan pertamalah yang muncul dari jawaban hati kita. Jawaban yang pasti dari orang-orang yang beriman. Bahwa sungguh orang-orang yang bergembira dengan datangnya bulan suci Ramadhan, akan mendapat pahala yang luar biasa dari Allah.

Begitu banyak keutamaan-keutamaan yang dijanjikan oleh Allah di bulan Ramadhan. Saya tidak akan mengulas bahasan itu dalam postingan ini. Karena penjelasan serupa sudah bertabur banyak di internet. Hanya pada tulisan kali ini, saya ingin menuliskan catatan perjalanan hari demi hari pada Ramadhan kali ini. Sebuah catatan harian Ramadhan mengenai jejak hati, jejak perasaan, jejak semangat, jejak harapan, jejak emosi, yang semoga bisa meradiasi pembaca.

semangat diri, jejak hati, ramadhan di hati


Seperti pada tulisan kali ini, saya ingin bertanya pada hati, bagaimana perasaanmu kali ini. Ketika Ramadhan sudah berada di bibir pintu sambil seraya mendekati. Mengucapkan salam, kemudian memegang pundak sambil berkata : Bagaimana perasaan hatimu dengan kedatanganku?

12 komentar:

  1. Alhamdulillah masih dikasih umur untuk bertemu kembali dengan ramadhan..sangat bahagia dan bersyukur..semoga bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik..

    Selamat menikmati indahnya ramadhan boss

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama ris. btw I am not your boss anymore. Tunggu sampe kembali ke tim model, baru boleh manggil bos ha ha..

      Hapus
  2. Smoga saja kita bisa dngn sukses melewati bulan ramdhan dngn membawa beribu2 kebaikan untuk nnti di bulan syawal dan seterusnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga kita masih disampaikan umur ke bulan Ramadhan tahun ini. Tinggal beberapa jam lagi. Aamiin.

      Hapus
  3. bersyukur skali Mas, alhamdulillah masih diberi ksmpatan oleh ALLAH SWT untuk bisa menjalankan Ibadah Puasa tahun ini..

    BalasHapus
  4. alhamdulillah, puji syukur hanya kepada Allah,

    dalam keadaan yang aman, kita akan segera menyambut Ramadhan

    sedangkan saudara kita di belahan dunia yang lain akan menjalani Ramadhan dengan ancaman bom, perang yang tak kunjung usai, bahkan kelaparan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener banget mbak. Di saat kita di Indonesia bisa melaksanakan ibadah puasa dengan aman, namun di belahan bumi Allah yang lain tidaklah demikian. Patut kita rasanya untuk selalu bersyukur dan selalu mendoakan saudara-saudara kita muslim di manapun berada yang tidak seberuntung kita.

      Terima kasih mbak penanti hujan telah sudi berkunjung di gubug pena kecil fifin :)

      Hapus
  5. baru tahu aku kalau kamu punya blog baru Fin

    selamat berpuasa ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. he he begitulah mbak ely. Coffee break sudah terlalu teknis banget. Di blog ini, akan lebih dikupas kehidupan dan hobi saya.

      Terima kasih mbak.

      Hapus
  6. masih di beri kesempatan untuk bertemu ramadan tahun ini dengan hamba yang penuh dosa ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah. Semoga kita mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

      Terima kasih sudah berkunjung mas agus.

      Hapus

Terima kasih sudah berkomentar di blog ini.