Selasa, 14 Januari 2014

Cara Belajar English dengan Listening

English with Listening


Entah kenapa beberapa minggu terakhir ini saya begitu suka belajar mengenai english. Terutama listening. Karena seringkali saya masih mengalami kesulitan memahami bagaimana orang luar negeri berbicara dengan gaya native mereka. Hal ini menjadi sumber semangat tersendiri untuk bisa menguasainya. Kita terkadang tidak menyadari bagaimana seorang anak kecil bisa secara perlahan-lahan menguasai bahasa ibu mereka. Sebenarnya bagaimana sih prosesnya? Yup semua berawal dari aktifitas mendengar. Proses mendengar ini tak hanya dimulai dari ketika seorang anak itu lahir ke dunia. Bahkan sebelum itu, yaitu ketika bayi masih berada di dalam perut bundanya. Mendengar dan mendengar, inilah langkah awal seorang bayi belajar bahasa. Ketika banyak kosa-kata sudah masuk kedalam pikiran si bayi atau anak kecil, maka secara ajaib anak kecil tersebut mengucapkan apa yang selama ini dia dengar.

Minggu, 15 Desember 2013

Multitasking, antara Perempuan dan Laki-laki

Kepala mulai terasa pening dan berat, ini yang saya rasakan jika diharuskan mengerjakan dua pekerjaan dalam satu waktu. Istilah kerennya adalah multitasking. Orang yang terbiasa dengan multitasking artinya mereka bisa fokus dalam mengerjakan 2 hal sekaligus. Sebagai contoh saya sedang menulis, kemudian pada saat yang sama saya harus memperhatikan anak saya yang sedang bermain. Dan bisa ditebak hasilnya, dua pekerjaan ini gagal saya laksanakan dengan baik. Sangat sulit berkonsentrasi dalam mengembangkan ide menulis, sedangkan pada saat yang sama harus memerhatikan anak saya yang sedang bermain. Susah sekali untuk fokus. Ibarat kata seperti sedang duduk di dua kursi, bukannya seimbang akhirnya malah terjatuh.

Senin, 03 September 2012

Ketika Menulis Sudah Mendarah Daging

Entah kenapa bagi saya menulis sudah menjadi bagian dari hidup yang susah untuk dilepaskan. Ada sensasi yang susah untuk diutarakan ketika menyusun kata demi kata, kalimat demi kalimat menjadi sebuah kerangka paragraf. Sensasi melihat jari jemari saya menari-nari diatas keyboard laptop kesayangan. Dan puncaknya nanti ketika saya sudah berhasil menekan tombol publish setelah sebelumnya bersusah payah menyusun sebongkah demi bongkah ide tulisan. Maka benarlah apa yang pernah dikemukakan oleh mbak Helvy Tiana Rosa bahwa menulis adalah berjuang. Dan kini jumlah blogku yang aktif ada 3. Dengan jumlah segitu, maka praktis setiap blog tidak pernah bisa update setiap hari. Sebenarnya ingin sekali memiliki blog yang bisa update setiap hari. Menyampaikan sebuah ide ke dalam sebuah tulisan sesering mungkin. Namun ketika saya lebih memprioritaskan kepada satu blog, entah kenapa saya merasa saya menelantarkan blog yang lainnya. Akhirnya sekarang dibagi-bagi saja